Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS

Lautan Manusia Padati Alun-Alun Legok, Gema Takbir dan Nyala Obor Akhiri Kemegahan Hijrah Fest 1448 H!


Reporter: Andi F



chaneltipokorbanten.com

Tangerang - Alun-Alun Legok, Kabupaten Tangerang, mendadak berubah menjadi lautan spiritualitas yang bergelora.

Festival keagamaan dan kebudayaan akbar, Hijrah Fest 1448 H tingkat Kecamatan Legok, resmi memasuki babak pamungkasnya pada Sabtu malam (20/06/2026).

Setelah bergulir selama lima hari penuh dengan berbagai dinamika kemasyarakatan, malam penutupan ini menjadi klimaks yang memikat ribuan pasang mata warga yang memadati area.

Kemegahan acara penutupan ini dimulai secara teatrikal saat rombongan pawai obor dari Desa Caringin tiba di lokasi.

Nyala api yang membelah kegelapan malam seolah menjadi simbol membara akan semangat hijrah dan persatuan masyarakat Legok.

Suasana kian dramatis dengan dentuman ritmis dari para peserta Lomba Tabuh Bedug yang bersahut-sahutan, membangkitkan memori kolektif akan kekayaan warisan budaya Islami di tanah Tangerang.

Sebelumnya, sejak hari pertama dibuka, festival ini telah memanjakan pengunjung dengan koreografi tarian kolosal yang spektakuler serta berbagai penampilan seni religius yang memukau.

Hijrah Fest tidak sekadar menjadi panggung seremonial. Kecamatan Legok di bawah kepemimpinan Camat H. M. Yusuf Fachroji, S.STP., M.Si., berhasil mengintegrasikan syiar agama dengan pemenuhan hak sipil masyarakat.

Melalui terobosan program One Day Service, pihak kecamatan membuka gerai pelayanan publik khusus pada Jumat malam (19/06/2026).

Ribuan warga memanfaatkan momentum ini untuk mengurus pencetakan e-KTP dan administrasi kependudukan lainnya secara kilat, membuktikan bahwa pelayanan pemerintah tidak mengenal batas waktu demi kepentingan rakyat.

Dalam sambutan resminya yang sarat akan makna mendalam, Camat Legok, H. M. Yusuf Fachroji, S.STP., M.Si., menyampaikan pesan visioner yang langsung menyentuh sanubari para jemaah yang hadir:

"Hijrah Fest 1448 H ini bukan sekadar festival perayaan, melainkan sebuah manifestasi dari transformasi spiritual dan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Legok. Nyala obor yang kita saksikan malam ini harus menjadi pemantik semangat bagi kita semua untuk terus berbenah menuju tatanan hidup yang lebih mulia dan beradab."

"Kehadiran layanan One Day Service di tengah festival ini adalah komitmen nyata kami: bahwa kepedulian terhadap urusan akhirat harus berjalan selaras dengan tanggung jawab pelayanan duniawi kepada masyarakat. Mari kita jadikan momentum ini untuk merekatkan persatuan dan membangun Legok yang lebih religius, maju, dan bermartabat."ungkap Yusuf.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian momentum kebersamaan ini, suasana Alun-Alun Legok seketika berubah khidmat saat memasuki agenda Tablighul Islamiyah.


Ribuan jemaah tampak larut dalam lantunan doa pada sesi Istighosah yang menggema membelah langit malam.

Puncak kekhusyukan malam itu dikunci oleh Tausiyah Agung yang disampaikan oleh ulama kharismatik sekaligus Guru Besar asal Cilongok, Tangerang, Abuya K.H. Iim Imaduddin.

Dalam ceramahnya yang menyejukkan sekaligus membakar semangat keimanan, beliau mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi (istiqomah) pasca-perayaan Hijrah Fest ini agar nilai-nilai kebaikan tetap hidup di tengah-tengah keluarga dan lingkungan masyarakat Legok.

Dengan berakhirnya tausiyah tersebut, tirai Hijrah Fest 1448 H resmi ditutup, meninggalkan kesan mendalam dan lembaran sejarah baru bagi syiar Islam di Kabupaten Tangerang.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar