Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS

Dana Desa Sukamulya Diduga Disia-siakan Terlihat Mau' Jatuh Pelapon Rawan Kecelakaan Masyarakat Hendak Masuk Desa & Bendera Merah Putih Terlihat Sobek Sobek Dibiarkan Berkibar




chaneltipikorbanten.com

KABUPATEN TANGERANG-,Berbagai dana yang dikucurkan untuk pemerintah desa, baik dari APBN, APBD, maupun pendapatan asli desa sendiri, seharusnya digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, kondisi kantor Desa Sukamulya,kecamatan sukamulya, kabupaten tangerang, menunjukkan kebalikannya sangat miris memperhatin kan.Kamis 2/4/2026

 

Dilihat dari luar, kantor yang diduga tidak pernah direhabilitasi sama sekali tampak kumuh dan kusam. Plafon bangunan terlihat bergelantungan akibat telah jebol, sehingga sangat rawan roboh jika terjadi angin kencang atau gempa, yang berpotensi menimpa pekerja desa maupun warga yang datang berkunjung. Suasana kantor pun seperti rumah yang tak dihuni.


 



Tak hanya itu, bendera Merah Putih yang dipasang di halaman kantor juga telah sobek, membuat suasana semakin tidak terawat.

 

Kuat dugaan penggunaan Dana Desa selama masa jabatan Diduga oknum PJ. Kepala Desa sarat dengan korupsi dan tidak tepat sasaran, terkesan menghambur-hamburkan uang negara.

 

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengaku merasa khawatir saat berkunjung ke desa Menuju Sejahtera (KMS) balita mengambil mbg balita di kantor desa. "Kami sangat ngerih takut jatuh tertimpa kepala. Kalau berkunjung ke kantor desa tidak pernah nampak ada rehab bangunan, tidak ada perawatan. Lihat saja sendiri plafon bolong itu seperti mau jatuh," ujarnya saat dikonfirmasi oleh anggota LSM KPK Nusantara Kabupaten Tangerang bersama awak media.chanel tipikor banten.com

 


Aktivis DPC KPK Nusantara Kabupaten Tangerang, Sri Wulan, menyampaikan kekhawatirannya setelah melakukan kunjungan kerja. "Aset negara yang diberikan untuk dikelola dengan baik, serta anggaran miliaran yang digelontorkan setiap tahun untuk realisasi pelayanan masyarakat, malah disia-siakan. Sangat ironis," ucapnya.

 

Kami tersebut akan segera mengirimkan surat klarifikasi kepada pemerintah desa kepala desa terkait penggunaan anggaran dari pemerintah pusat maupun kabupaten, apakah tepat sasaran atau tidak. Selain itu, pihaknya juga meminta camat sebagai pembina kepala desa memberikan teguran terkait kondisi plafon yang bergelantungan dan bendera Merah Putih yang sobek yang tidak diganti.

 

Sampai berita ini ditayangkan, oknum Plt. Kepala Desa sulit ditemui di kantor maupun dihubungi via telepon, dan diduga tidak lagi menggunakan WhatsApp.

 

Editor : Siti Munawaroh

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar