Scroll untuk melanjutkan membaca
BREAKING NEWS

Audiensi klarifikasi di Desa Pematang: Aparatur Desa Tegaskan Tak Ada Praktik Prostitusi



Chaneltipikorbanten.com,-Kabupaten Tangerang – Sejumlah tokoh masyarakat dan aparatur Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, membantah tegas isu dugaan praktik prostitusi yang sempat mencuat di wilayah mereka. Klarifikasi itu disampaikan dalam forum komunikasi audiensi yang digelar di Aula Desa Pematang atas permintaan KPK Nusantara DPC Kabupaten Tangerang.

Audiensi tersebut dipimpin oleh Ketua Posbankum Care Desa Pematang, ITO ILAH, S.H, CPLA, yang hadir sebagai mediator jalannya forum. Turut hadir Sekretaris Desa Pematang, Dede Mulyana, Jaro 2 Desa Pematang, Abay Suhendi, Ketua RT 03 Daday, Ketua KPK Nusantara DPC Kabupaten Tangerang, Endang Supriatna atau Eden, perwakilan pemuda Halim, pemilik kontrakan Jainudin, serta staf desa yang sebelumnya dituding tidur saat jam pelayanan, Rabu (17-9-2025).

Dalam forum itu, Ketua KPK Nusantara DPC Kabupaten Tangerang, Eden, memaparkan bahwa indikasi dugaan prostitusi berasal dari hasil investigasi lapangan. Namun ia menegaskan, informasi tersebut masih sebatas pengakuan narasumber dan belum terbukti secara praktik. Eden juga menyampaikan bahwa pemberitaan yang sempat beredar tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan.

“Informasi yang sempat beredar sebelumnya ternyata belum sesuai fakta di lapangan. Oleh karena itu, kami siap membuat berita klarifikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak terjadi ke salah pahaman,” ujar Eden di hadapan peserta audiensi.

Sekretaris Desa Pematang, Dede Mulyana, menegaskan bahwa pihak desa sudah melakukan langkah internal dengan memanggil aparatur terkait, termasuk Jaro dua dan Ketua RT.


“Hasil klarifikasi menunjukkan tidak ada praktik prostitusi maupun bentuk koordinasi sebagaimana diberitakan. Informasi itu tidak benar dan tidak terverifikasi,” tegas Dede.


Jaro dua, Abay Suhendi, juga membantah keras isu tersebut. “Di lingkungan kami tidak ada praktik semacam itu. Tudingan tentang adanya koordinasi jelas tidak benar,” ucapnya.

Ketua RT 03, Daday, menyampaikan bahwa pihaknya bersama warga selalu menjaga lingkungan agar tetap kondusif.


“Kami berusaha meminimalisir keresahan warga. Jika benar ada praktik itu, kami tidak akan tinggal diam,” katanya.


Dukungan serupa datang dari Halim selaku perwakilan pemuda, serta pemilik kontrakan Jainudin yang menegaskan dirinya selektif dalam menerima penghuni.

“Saya pastikan kontrakan saya tidak digunakan untuk kegiatan semacam itu,” ujarnya.


Selain isu dugaan prostitusi, forum audiensi klarifikasi juga meluruskan kabar mengenai staf desa yang dituding tidur saat jam pelayanan. Staf desa yang bersangkutan, hadir langsung dalam forum, memberikan klarifikasinya.


“Saya tidak sedang tidur pada jam pelayanan. Saat itu saya hanya beristirahat sejenak setelah selesai mengiringi kegiatan desa. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” jelas staf desa tersebut

Sementara itu, Ketua POSBANKUM CARE Desa Pematang, ITO ILAH, S.H, CPLA, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui sikap transparan dan tanggung jawab bersama.


“Kami menyadari bahwa setiap kata dan tindakan adalah amanah. Pemerhati dan media hadir bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk menjadi pilar penguat masyarakat — menyampaikan aspirasi, menghadirkan informasi yang benar, dan menjaga nilai keadilan serta kepercayaan publik. Kebenaran, transparansi, dan tanggung jawab adalah fondasi yang harus selalu dijunjung, demi membangun ruang publik yang sehat, kritis, dan bermartabat,” ungkapnya.

Forum audiensi ditutup dengan komitmen bersama antara pihak desa, masyarakat, dan KPK Nusantara dengan dimediasi Posbankum CARE, untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal

(Redaksi)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar